Lumajang, Suara Semeru – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lumajang menyiapkan strategi untuk meningkatkan perolehan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada 2026 dengan memperkuat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa dan masjid.
Ketua Baznas Lumajang, Drs. H. M. Nur Sahid, mengatakan
rencana tersebut didorong oleh tren positif perolehan zakat sepanjang 2025. Ia
menyebut, pada 2024 perolehan ZIS sempat melambat akibat banyaknya aparatur
sipil negara (ASN) yang pensiun dan belum adanya pengangkatan pegawai baru.
“Dampaknya terasa pada zakat profesi. Namun pada 2025
kondisi mulai membaik setelah adanya pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja (PPPK),” kata Nur Sahid, Rabu 14 Januari 2026.
Ia menjelaskan, rata-rata perolehan zakat yang sebelumnya
berada di kisaran Rp400 juta per bulan meningkat menjadi sekitar Rp550 juta per
bulan. Secara total, perolehan Baznas Lumajang sepanjang 2025 tercatat lebih
dari Rp6 miliar.
Untuk meningkatkan capaian pada 2026, Baznas Lumajang memfokuskan
penguatan UPZ desa dan kelurahan. Saat ini, UPZ desa baru terbentuk di dua
wilayah Kecamatan Pasirian, yakni Desa Pasirian dan Desa Madurejo.
Selain itu, sekitar 1.000 masjid di Kabupaten Lumajang telah
memiliki Surat Keputusan (SK) sebagai UPZ masjid, meski masih dalam tahap
pembinaan.
Nur Sahid menambahkan, jika UPZ di seluruh 205 desa dan
kelurahan dapat berjalan optimal, maka program tersebut diproyeksikan mampu
membantu pengentasan kemiskinan bagi sekitar 700 warga setiap tahun.
“UPZ desa difokuskan pada pemberdayaan mustahik, sedangkan UPZ masjid diharapkan dapat memakmurkan lingkungan sekitarnya,” pungkasnya. (yon)

0 Komentar