Lumajang, Suara Semeru – Bantuan paket sembako dari Gubernur Jawa Timur yang diperuntukkan bagi korban erupsi Gunung Semeru diduga tidak disalurkan sesuai peruntukan. Sebagian bantuan tersebut disebut dialihkan untuk korban banjir dan angin puting beliung di Kecamatan Rowokangkung.
Dugaan penyalahgunaan bantuan itu viral di media sosial
TikTok melalui akun @gmpk_lumajang dan telah ditonton lebih dari 16 ribu kali.
Dalam unggahannya, pemilik akun menyinggung dugaan keterlibatan anggota DPRD
Lumajang dalam proses distribusi bantuan.
Bantuan sebanyak 1.000 paket sembako diketahui dikirim ke
rumah Ketua Kelompok Tani Cipta Jasa II. Namun, bantuan tersebut tidak segera
disalurkan kepada korban erupsi Gunung Semeru dan sempat tersimpan selama
sekitar dua pekan.
Ketua Kelompok Tani Cipta Jasa II, Dulmanan, mengakui bahwa
500 paket sembako dialihkan untuk korban banjir dan angin puting beliung di
Kecamatan Rowokangkung. Ia juga menyebut bantuan tersebut datang melalui
anggota DPRD Lumajang, Idris Marzuki.
“Langsung ke kelompok tani melalui Abah Idris, ditaruh di
rumah. Sebagiannya diserahkan ke korban banjir dan puting beliung,” kata
Dulmanan di Pronojiwo, Rabu 14 januari 2026.
Setelah persoalan tersebut viral, sisa 500 paket sembako
kemudian disalurkan kepada korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Kecamatan
Pronojiwo dan Candipuro.
Sementara itu, anggota DPRD Lumajang, Idris Marzuki,
membantah adanya penyalahgunaan bantuan. Ia menyebut keterlambatan distribusi
terjadi karena perlunya koordinasi serta kesibukan pribadi.
“Karena masih perlu koordinasi dan mencari waktu terbaik
untuk pendistribusian,” ujar Idris.
Idris menegaskan tidak ada bantuan yang diambil untuk
kepentingan pribadi. Seluruh 1.000 paket sembako disebut telah disalurkan
kepada korban erupsi Gunung Semeru serta korban banjir dan angin puting beliung
di Kecamatan Rowokangkung. (yon)

0 Komentar