6 AHLI GIZI TURUN KE SEKOLAH, HGN KE-66 DI LUMAJANG FOKUS INTERVENSI USIA DINI

 

Lumajang, Suara Semeru - Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 Tahun 2026 di Kabupaten Lumajang tidak berhenti pada seremoni. Sebanyak 46 ahli gizi dan dietisien turun langsung ke sekolah-sekolah dalam kegiatan Edukasi Gizi Serentak Seluruh Indonesia.

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 10 satuan pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK, yakni SMPN 1 Kedungjajang, SMP IT Yahtadi, SMPN 1 Yosowilangun, SMAN 1 Tempeh, SMPN 2 Pasirian, SMK Muhammadiyah Lumajang, SMA PGRI Lumajang, SMPN 4 Lumajang, SDN Tompokersan 02 Lumajang, dan SMPN 2 Sukodono. Ratusan pelajar menjadi sasaran edukasi sebagai bagian penguatan literasi gizi sejak usia sekolah.

Ketua Panitia HGN ke-66 Kabupaten Lumajang, Aidah Aulia, mengatakan edukasi gizi pada anak usia sekolah merupakan strategi penting dalam pencegahan masalah gizi dan peningkatan kualitas kesehatan jangka panjang.

“Ini bukan sekadar penyuluhan, tetapi upaya sistematis menanamkan perilaku makan sehat sejak dini. Anak yang memahami gizi seimbang akan tumbuh lebih sehat dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Materi edukasi meliputi konsep gizi seimbang, pentingnya sarapan sehat, konsumsi protein, sayur dan buah, pembatasan gula, garam, dan lemak, serta pencegahan anemia remaja dan stunting. Seluruh materi dirancang untuk meningkatkan kesadaran pelajar akan hubungan langsung antara gizi, kemampuan belajar, dan daya tahan tubuh.

Aidah menegaskan, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam mendukung visi Generasi Emas 2045, di tengah masih tingginya tantangan stunting dan pola konsumsi tidak sehat.

“Intervensi paling efektif adalah edukasi sejak usia sekolah. Dari sini kita memutus rantai masalah gizi dan menyiapkan generasi yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan unggul secara intelektual,” katanya.

Edukasi Gizi Serentak ini juga menjadi bagian dari gerakan nasional dengan target pemecahan Rekor MURI. Namun, menurut panitia, tujuan utama kegiatan tetap pada perubahan perilaku jangka panjang, bukan sekadar pencapaian rekor.

Selain itu, Aidah menekankan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan, sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah dalam membentuk kebiasaan hidup sehat.

“Kami berharap anak-anak menjadi agen perubahan di keluarga dan lingkungannya. Pengetahuan gizi yang baik akan melahirkan masyarakat yang lebih sehat dan kuat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya membangun kualitas sumber daya manusia dari hulu, dengan edukasi gizi sebagai investasi pembangunan jangka panjang. (har)


Posting Komentar

0 Komentar