DUA PUTRA DAERAH RAIH JATIM ENVIRONMENT AWARD 2025, LUMAJANG TEGASKAN KOMITMEN PELESTARIAN LINGKUNGAN

 


Lumajang,  Suara Semeru - Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian lingkungan hidup. Dua putra daerah, Asriafi At Thoriq dan Saiful Amiri, sukses mengharumkan nama Lumajang setelah meraih Penghargaan Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup pada ajang Jatim Environment Award 2025.

Asriafi At Thoriq dinobatkan sebagai Perintis Lingkungan Tahun 2024 berkat inovasinya mengembangkan pupuk organik berbasis biochar. Inovasi tersebut memanfaatkan limbah organik dan biomassa yang selama ini menjadi persoalan lingkungan, kemudian diolah melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Pupuk biochar hasil inovasi Asriafi terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah pertanian serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Selain berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian, inovasi ini juga berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon dan mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Saiful Amiri meraih penghargaan Perintis Lingkungan Tahun 2025 atas dedikasinya dalam melestarikan anggrek endemik kawasan Hutan Semeru. Di lereng hutan Semeru, Saiful secara konsisten menyelamatkan flora langka yang menjadi kekayaan hayati Kabupaten Lumajang.

Upaya pelestarian yang dilakukan Saiful meliputi pendataan jenis anggrek hutan, pembibitan, serta perbanyakan tanaman secara berkelanjutan. Ia juga aktif memberikan edukasi konservasi kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap individu yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga fungsi lingkungan hidup melalui inovasi dan konsistensi.

“Pengelolaan limbah menjadi pupuk ramah lingkungan serta pelestarian keanekaragaman hayati merupakan praktik baik yang dampaknya dapat langsung dirasakan, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda, untuk terlibat aktif dalam menjaga lingkungan. Inovasi, ketekunan, dan kepedulian dari akar rumput diyakini mampu menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya Lumajang yang lestari dan berkelanjutan.

Penghargaan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama yang tumbuh dari kesadaran, aksi nyata, dan kecintaan terhadap alam. ( hari )


Posting Komentar

0 Komentar