JAGA SETABILITAS HARGA SEMBAKO, DINDAG RANGKUL SATGAS PANGAN


     Dinas Perdagangan (Dindag) Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok, menjelang Lebaran 2020 di tengah merebaknya virus corona (covid-19).
“Stok pangan kita 2-3 bulan ke depan masih aman,” ungkap Samsul Arifin Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Lumajang, ketika menjadi narasumber di program Panorama Pagi Radio Semeru FM, bersama Kepala Seksi (Kasi) Bina Usaha Perdagangan Risky Martyasani, SE., pada Rabu (29/4) pagi.
     Secara umum kondisi pasokan/stok bahan kebutuhan pokok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lumajang sampai lebaran nanti. Berdasarkan pantauan, harga barang kebutuhan pokok, umumnya masih relatif stabil. “Jangan khawatir, stok pangan kita masih aman, bahkan hingga setelah lebaran masih mencukupi dan harganya juga stabil,” imbuhnya.
     Komoditas yang harganya belum ada penurunan signifikan hanyalah gula pasir, di mana sebelumnya harganya Rp 18.000/kg kini ada penurunan sedikit menjadi Rp17.500/kg. Penurunan tersebut dinilai masih belum ada apa-apanya, dibanding harga beberapa bulan lalu, di mana Harga Eceran Tertinggi (HET) gula pasir hanya Rp 12.500/kg.
     Sementara itu, harga bawang putih, mulai menunjukan penurunan dibandingkan bulan lalu. Kini harganya Rp 24.000/kg dari sebelumnya Rp 27.000/kg. “Penurunan harga bawang putih ini tidak lepas dari upaya Satgas Pangan Lumajang yang melakukan pengawasan dan pemantauan harga di beberapa pemasok secara intensif, untuk memastikan tidak ada yang melakukan penimbunan,” lanjutnya.
    
Samsul Arifin
Satgas Pangan yang terdiri dari Kepolisian dan TNI, selama pandemi virus corona ini intens berkomuniaksi dengan Dindag. Hal ini dilakukan agar tidak ada permainan oleh tengkulak dengan modus penimbunan dan juga permainan harga memasuki Hari Raya Idul Fitri 2020.  Samsul menambahkan, walaupun harga bawang putih turun, penurunannya belum signifikan dibandingkan dengan harga di tahun lalu.
     Sementara untuk komoditas beras, berdasarkan pemantauan masih stabil. Stok beras juga  masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan Dindag telah berkomunikasi dengan Bulog untuk melaksanakan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium yang dilaksanakan sepanjang tahun 2020.
     Hal senada juga disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Bina Usaha Perdagangan Dindag Lumajang Risky Martyasani, SE. Menurutnya,  naik turunya harga juga terjadi pada daging sapi. Meskipun di distributor sudah ditentukan patokan harga, setelah daging diecer, harganya bisa naik.
     Ia mencontohkan, saat ini saja harga daging sapi naik menjadi Rp 115.000/kg dari sebelumnya Rp 108.000/kg. Padahal kalau berpatokan pada kesepakatan yang ada di distributor, harganya sudah jauh di bawah harga pasar saat ini. “Mulai dulu daging memang mahal, hal ini yang masih sulit ditanggulangi oleh Dindag,” jelasnya.
     Sementara untuk daging ayam tidak demikian. Pada tahun ini kenaikan memang terjadi, namun tidak setinggi tahun lalu. Daging ayam broiler yang awalnya Rp 26.000/kg kini naik Rp 27.000/kg. Begitu juga dengan ayam kampung, di mana sebelumnya harganya Rp 31.000/kg kini naik menjadi Rp 36.000/kg. “Kenaikanya tidak signifikan,” tegas Risky.
     Baik Risky maupun Samsul sama-sama menghimbau kepada semua pedagang untuk waspada pandemi corona, khususnya kepada pedagang keliling (welijo), agar selalu mengguakan masker ketika berjualan. Himbauan ini terus dipertegas, karena sesuai pantauan di lapangan, masih banyak welijo yang enggan menggunakan masker, “Padahal berbahaya,” keluh Samsul.  
Risky Martyasani, SE.

     Untuk itu Dindag belakangan ini juga terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi virus corona, agar tidak merambah kemana-mana, dengan intens berkoordinasi dengan koordinator pasar yang ada di Lumajang, “Kami sudah menghimbau semua koordinator pasar, untuk menyediakan alat cuci tangan di area pasar, penyemprotan secara rutin, serta sikap tegas petugas, untuk memberikan teguran keras agar pengunjung dan penjual wajib menggunakan masker,” jelas Risky.
     Dalam Talkshow yang dipandu oleh Hariyanto, S.Pd ini, cukup banyak respons dari para pendengar dan juga fans Radio Semeru FM yang disampaikan baik melalui telepon, WA maupun facebook. (YONI)






Posting Komentar

0 Komentar